Minggu, 13 Maret 2011

Proposal PTK Bahasa Indonesia - Kadugede


A.    Judul
          Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa di Sekolah Menengah Pertama (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX A  SMP Negeri 2 Kadugede)

B.     Bidang Kajian
          Bidang kajian dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif model reciprocal teaching yang akan diterapkan dalam pembelajaran membaca di kelas IX A SMP Negeri 2 Kadugede Kabupaten Kuningan tahun pelajaran 2009/2010.

C.    Latar Belakang
          Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat dan menyebar dalam berbagai jenis informasi dalam arus yang serba cepat melanda kehidupan sehari-hari masyarakat. Sementara itu, di abad sekarang, menuntut keahlian dan pengetahuan yang harus dimiliki orang produktif perlu dilandasi informasi dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan masing-masing. Situasi dan tuntutan itu memacu lembaga-lembaga pendidikan dan tokoh-tokoh masyarakat berupaya menanamkan dan menumbuhkan kebutuhan untuk memperoleh informasi, dan juga untuk belajar secara terus menerus melalui membaca.
          Melalui membaca, orang dapat memperoleh pengalaman baru. Segala peristiwa yang terjadi di tempat lain, masa lampau atau masa sekarang, atau kemungkinan kejadian pada masa yang akan datang dapat diketahui dan dicermati melalui membaca. Oleh karena itu, kemampuan dan keterampilan membaca harus diberikan sedini mungkin ketika anak memasuki lembaga pendidikan formal serta dikembangkan melalui berbagai pendekatan dan metodologi sehingga mereka terampil membaca.
          Namun kenyataannya menunjukkan bahwa kemampuan dan keterampilan membaca khususnya mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IX A SMP negeri 2 Kadugede masih kurang.
          Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis terhadap hasil tes tes akhir di kelas IX A SMP Negeri 2 Kadugede, ternyata dari 31 siswa yang memperoleh nilai sesuai KKM hanya 15 siswa atau sekitar 48,4%, sedangkan selebihnya atau sekitar 51,6% memperoleh nilai kurang dari KKM yang ditetapkan yaitu 65, dengan nilai rata-rata kelas mencapai 60,39. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa belum memahami materi pembelajaran yang disampaikan guru.
          Rendahnya hasil belajar siswa kelas IX A SMP Negeri 2 Kadugede, dapat disebabkan banyak faktor, baik yang datang dari siswa sendiri maupun dari pihak guru selaku pengajar. Faktor yang timbul dari siswa itu sendiri, diantaranya ketika proses pembelajaran berlangsung masih ada siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru, keaktifan siswa masih belum tampak, siswa takut untuk bertanya bila ada hal-hal yang masih kurang dipahaminya. Sedangkan faktor yang datang dari guru selaku pengajar, diantaranya guru kurang memotiivasi siswa untuk berani bertanya, guru kurang dalam memberikan bantuan terhadap siswa yang kesulitan dalam menjawab soal-soal latihan secara individual, dan dalam pembelajaran guru masih menggunakan cara konvensional. Sagala (2003: 201) menyatakan bahwa “Pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran klasik, guru memberi ceramah (expository), sedangkan siswa mendengar, mencatat setelah itu menghapal”. Padahal menurut Piaget (Sutardi, dkk., 2007: 13) bahwa, ”Belajar tidak harus selalu berpusat pada guru, tetapi anak harus lebih aktif. Oleh karena itu siswa harus dibimbing supaya aktif menemukan sesuatu yang dipelajarinya. Konsekuensinya materi yang akan dipelajari harus menarik dan menantang untuk siswa terlibat dalam proses pembelajaran”.
          Berdasarkan dari hasil pengamatan tersebut, penulis mencoba untuk menerapkan salah satu model pembelajaran yaitu pembelajaran kooperatif model reciprocal teaching (pembelajaran terbalik). Reciprocal teaching adalah suatu prosedur pembelajaran yang dirancang untuk mengajari siswa tentang strategi-strategi kognitif serta membantu siswa memahami bacaan yang lebih baik. Menurut Ann Brown dan Anne Marie Palinscar (Nurwantoro, 2001: 13) “Reciprocal teaching merupakan suatu pendekatan pengajaran yang bercirikan praktek terbimbing dalam menerapkan strategi-strategi sederhana dan konkret terhadap tugas pemahaman bacaan”.
          Dalam reciprocal teaching  seperti yang dikembangkan Ann Brown dan Anne Marie Palinscar (Nurwantoro, 2001: 13), para siswa membaca suatu wacana, selama membaca itu mereka mempelajari dan mempraktekan empat strategi pemahaman bacaan yaitu 1) merangkum; 2) menyusun pertanyaan; 3) menjelaskan kata atau isi wacana yang sulit; dan 4) memprediksi. Untuk memiliki strategi ini, guru dan siswa membaca bacaan tertentu dalam kelompok-kelompok kecil dan guru memperagakan empat keterampilan yaitu meringkas/merangkum, membuat satu atau dua pertanyaan, menjelaskan bagian yang sulit, dan memperkirakan apa yang terjadi berikutmya.
          Pada dasarnya pembelajaran resiprocal menekankan pada siswa untuk bekerja dalam suatu kelompok yang dibentuk sedemikian hingga agar setiap anggotanya dapat berkomunikasi dengan nyaman dalam menyampaikan pendapat ataupun bertanya dalam rangka bertukar pengalaman keberhasilan belajar satu dengan yang lainnya.
          Dengan pembelajaran kooperatif model reciprocal teaching (pembelajaran terbalik) dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, diharapkan siswa kelas IX A SMP Negeri 2 Kadugede Kabupaten Kuningan lebih aktif, dan hasil belajarnya akan jauh lebih baik. Sehubungan dengan itu, maka penulis mencoba untuk melakukan penelitian lebih  lanjut  dengan judul penelitian ”Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa di Sekolah Menengah Pertama (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX A SMP Negeri 2 Kadugede)”.

D.    Rumusan Masalah
          Berdasarkan uraian dalam latar belakang, masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah perencanaan pembelajaran membaca dengan metode kooperatif model reciprocal teaching?
2.      Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran membaca dengan metode kooperatif model reciprocal teaching?
3.      Bagaimanakah evaluasi yang dilaksanakan pada pembelajaran membaca dengan metode kooperatif model reciprocal teaching?
4.      Bagaimanakah hasil belajar siswa dalam pembelajaran membaca dengan metode kooperatif model reciprocal teaching?

E.     Pemecahan Masalah
Untuk menyelesaikan masalah kesulitan siswa kelas IX A SMP Negeri 2 Kadugede Kabupaten Kuningan dalam keterampilan membaca, penulis menerapkan salah satu alternatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu dengan menerapkan metode kooperatif model reciprocal teaching.
Pendekatan reciprocal teaching merupakan pendekatan pembelajaran yang memusatkan perhatian kepada proses berpikir anak, dimana dalam pembelajarannya menggunakan empat strategi pemahaman mandiri, yaitu: merangkum, membuat pertanyaan, menjelaskan kembali, dan memprediksi. Menurut Ann Brown dan Anne Marie Palinscar (Nurwantoro, 2001: 13) “Reciprocal teaching merupakan suatu pendekatan pengajaran yang bercirikan praktek terbimbing dalam menerapkan strategi-strategi sederhana dan konkret terhadap tugas pemahaman bacaan”.
Dalam reciprocal teaching  para siswa membaca suatu wacana, selama membaca itu mereka mempelajari dan mempraktekan empat strategi pemahaman bacaan yaitu merangkum; menyusun pertanyaan; menjelaskan kata atau isi wacana yang sulit; dan memprediksi. Guru dan siswa membaca bacaan tertentu dalam kelompok-kelompok kecil dan guru memperagakan empat keterampilan yaitu meringkas/merangkum, membuat satu atau dua pertanyaan, menjelaskan bagian yang sulit, dan memperkirakan apa yang terjadi berikutmya. Dengan strategi tersebut diharapkan dapat membantu siswa membangun pemahaman terhadap apa yang sedang dipelajarinya.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kesulitan siswa dalam keterampilan membaca dapat teratasi dengan cara belajar, pola pikir, serta pengalaman mereka dengan baik. Hal ini akan menjadi langkah positif bagi guru guna berkreasi dalam menyajikan suatu materi pelajaran dengan menerapkan metode kooperatif model reciprocal teaching.
Langkah-langkah sistematik pembelajaran kooperatif model reciprocal teaching, menurut Slavin (Hendriana, 2002: 15) menjelaskan bahwa, pembelajaran yang biasa digunakan untuk bahasa yang meliputi langkah-langkah:
1.      Guru membagikan wacana yang akan dipelajarinya.
2.      Guru menjelaskan bahwa pada segmen awal ia akan menjadi gurunya.
3.      Siswa diminta untuk membaca dalam hati bagian wacana yang disediakan.
4.      Setelah siswa selesai membaca, guru memmeragakan bagaimana menerangkan, menyusun pertanyaan, menjelaskan dan memprediksi.
5.      Siswa berkomentar tentang materi yang diberikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.
6.      Pada wacana yang baru ditugaskan seorang siswa menjadi siswa guru.
7.      Selanjutnya siswa guru menguasai aktivitas kelas dan memberi umpan balik pada temannya.

Alasan penulis mengambil metode kooperatif model reciprocal teaching karena pendekatan ini banyak memungkinkan dan menuntut siswa untuk lebih teliti dan hati-hati dalam membaxa suatu wacana.
Dalam pelaksanaan pembelajaran membaca yang menerapkan metode kooperatif model reciprocal teaching, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh penulis adalah sebagai berikut.
a.       Perencanaan
Pada tahap ini guru mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan pada tahap pelaksanaan yaitu pada kegiatan inti pembelajaran. Hal-hal yang dipersiapkan adalah materi pelajaran, RPP, soal-soal latihan, lembar penilaian, metode dan media yang akan digunakan.
Setelah mempersiapkan alat-alat pelajaran, kemudian guru membuka pelajaran, mengadakan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang akan diintervestigasi melalui langkah-langkah metode kooperatif model reciprocal teaching.

b.      Pelaksanaan
Pada tahap ini merupakan implementasi dari langkah-langkah reciprocal teaching, kegiatan inti pembelajaran meliputi langkah-langkah sebagai berikut.
1)      Membagikan LKS berisikan wacana yang akan dipelajari siswa
2)      Siswa diminta untuk membaca dalam hati bagian wacana yang disediakan.
3)      Guru memeragakan bagaimana menerangkan, menyusun pertanyaan, menjelaskan dan memprediksi.
4)      Siswa membuat pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang diberikan.
5)      Pada wacana yang baru ditugaskan seorang siswa menjadi “siswa guru”.
6)      Selanjutnya siswa guru menguasai aktivitas kelas dan memberi umpan balik pada temannya.
Pada tahap ini, guru dituntut untuk mengembangkan potensi dalam mengemas proses pembelajaran serta mampu mengkondisikan siswa ke dalam situasi belajar yang telah direncanakan. Keberhsasilan atau kelancaran pembelajaran yang telah dilakukan merupakan hasil dari pemahaman siswa terhadapa penjelasana guru selama proses pembelajaran. Tahap ini tahap yang menentukan berhasil tidaknya tujuan yang akan dicapai.
Peran aktif siswa sangat dipengaruhi oleh motivasi yang diberikan guru. Agar tujuan yang diharapkan tercapai, peran guru dinilai sebagai mediator untuk menghindari perbedaan informasi yang diterima siswa. Penciptaan kondisi yang kondusif sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator, yang memfasilitasi kondisi kelas agar siswa benar-benar merasa nyaman untuk belajar.
 
c.        Kegiatan Akhir
Tahap ini merupakan kegiatan akhir dari serangkaian kegiatan yang dilakukan guru. Tahap evaluasi merupakan tahapan untuk mengetahui sampai di maana tingkat keberhasilan siswa, baik selama proses pembelajaran maupun hasil yang telah dicapai siswa.
Penilaian proses dilakukan guru dengan cara mengobservasi aktivitas siswa selama pembelajaran yang bertujuan untuk mengamati peran aktif, motivasi, dan sikap siswa selama pembelajaran berlangsung. Sedangkan penilaian setelah proses pembelajaran adalah hasil belajar siswa berupa tes individu (post tes) yang bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap konsep yang telah dipelajarinya. Jadi dalam penelitian ini, penilaian yang dilaksanakan adalah penilaian proses dan hasil.



F.     Tujuan Penelitian
          Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
1.      Untuk mengetahui perencanaan pembelajaran membaca dengan metode kooperatif model reciprocal teaching.
2.      Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran membaca dengan metode kooperatif model reciprocal teaching.
3.      Untuk mengetahui evaluasi yang dilaksanakan pada pembelajaran membaca dengan metode kooperatif model reciprocal teaching.
4.      Untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran membaca dengan metode kooperatif model reciprocal teaching.

G.    Manfaat Penelitian
1.      Bagi Siswa
Diharapkan siswa dapat meningkatkan aktivitas belajarnya, khususnya dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, umumnya mata pelajaran yang lain, serta dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
2.      Bagi Guru
Menambah wawasan dan kemampuan guru dalam membuat perencanaan, melaksanakan dan mengevaluasi kemampuan siswa dalam pembelajaran kooperatif model reciprocal teaching.



3.      Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengajaran khususnya materi membaca dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model reciprocal teaching.
4.      Bagi sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembelajaran inovatif.

H.    Kajian Teori
1.       Konsep Belajar dan Pembelajaran
2.       Konsep Reciprocal Teaching
3.       Teori Belajar yang Mendukung Reciprocal Teaching
4.       Konsep Membaca

I.       Hipotesis Tindakan
Jika pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia menerapkan model pembelajaran kooperatif model reciprocal teaching, maka hasil belajar siswa akan meningkat.





J.      Rencana dan Prosedur Penelitian
1.      Rencana Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini, direncanakan akan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kadugede yang beralamat di jalan Bayuning no. 18 Kadugede Kuningan. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IX A yang berjumlah 38 siswa.
2.      Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif partisipatif, kolaboratif dan spiral, yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan sistem, metode kerja, proses, isi, kompetensi dan situasi. Daur ulang dalam penelitian tindakan diawali dengan perencanaan tindakan (planing) penerapan tindakan (action), dan mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observation and evaluation), dan melakukan refleksi (reflecting), dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan).
a.      Tahapan Perencanaan Tindakan
Tahapan perencanaan tindakan yang dilakukan peneliti sebagai berikut.
1)      Perencanaan pembelajaran.
a)       Membuat RPP sesuai dengan penerapan model reciprocal teaching.
b)       Mempersiapkan media pembelajaran.
c)       Mengondisikan siswa ke arah pembelajaran yang kondusif.


2)      Perencanaan penelitian.
a)      Mempersiapkan instrumen penelitian.
b)      Membuat lembar observasi.

b.      Tahapan Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini, rancangan strategi dan skenario penerapan pembelajaran akan diterapkan. Skenario dari tindakan harus dilaksanakan dengan baik dan tampak wajar. Skenario atau rancangan tindakan yang akan dilakukan, dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan itu meliputi:
1)      Kegiatan Awal (10 menit)
a)      Berdo’a bersama.
b)      Guru mengecek kehadiran siswa siswa
c)      Mengondisikan siswa kearah pembelajaran yang kondusif dengan cara mengintruksikan siswa agar siap untuk belajar.
d)     Menginformasikan tujuan pembelajaran
e)      Sebagai motivasi diberitahukan manfaat materi ini dalam kehidupan sehari-hari.
2)      Kegiatan Inti (60 menit)
a)      Guru menjelaskan bahwa pembelajaran ini bertujuan menanamkan strategi pemahaman dan keterampilan berbahasa secara mandiri yang khusus dengan cara merangkum, betanya, menjelaskan dan memprediksi.
b)      Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari hari ini.
c)      Guru menyiapkan alat-alat pelajaran yang diperlukan selama pembelajaran sekaligus menyiapkan alat evaluasi untuk individu dan kelompok.
d)     Guru membagi anak menjadi 8 kelompok yang tiap kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa, sebab kemampuan bekerja sendiri itu baru kemampuan aktual, sedangkan dengan berkelompok akan muncul kerjasama dan kemampuan potensial anak akan tercipta.
e)      Guru membagikan lembar kerja siswa dan meminta siswa untuk mengerjakan.
f)       Secara kelompok siswa membuat rangkuman, mengerjakan soal, dan memprediksi dengan jalan mengisi lembar kerja siswa yang disediakan.
g)      Guru menanyakan kepada siswa bila ada kata yang sulit.
h)      Guru menunjuk salah seorang siswa untuk menjadi ”guru siswa”.
i)        Selama ”guru siswa” menjelaskan, guru menuntun ”guru siswa” jika mengalami kesulitan.
j)        Guru meminta seorang siswa (yang tidak ditunjuk ”guru siswa) menyebutkan isi wacana (tema, gagasan utama, menjelaskan informasi, membuat pertanyaan, kesimpulan).
3)      Kegiatan akhir (10 menit)
a)      Bersama-sama membuat rangkuman semua materi yang diberikan pada hari ini.
b)      Siswa menerima tugas untuk dikerjakan di rumah.


c.       Tahapan Observasi
Pada tahap observasi peneliti sebagai observer melakukan pengamatan dan mencatat semua hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan format observasi atau penilaian yang telah disusun. Data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitaif (hasil tes, nilai tugas dan lain-lain) atau data kualitatif yang menggambarkan kinerja guru, dan keaktifan siswa, mutu diskusi yang dilakukan dan lain-lain.
Data yang dikumpulkan dicek untuk mengetahui keabsahannya. Untuk tujuan ini digunakan berbagai teknik, seperti membandingkan data yang diperoleh dengan data lain, atau kriteria tertentu yang telah baku.
d.      Tahapan Analisis dan Refleksi
Tahap selanjutnya adalah tahap analisis dan refleksi, yaitu kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Analisis yang peneliti lakukan dengan menggunakan teknik deskripsi persentase. Data yang dianalisis dijadikan untuk pedoman perbaikan siklus berikutnya. Data yang diperoleh dari pengamatan pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan pendekatan reciprocal teaching untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dilakukan dengan menggunakan tes akhir dalam setiap siklus.
Refleksi adalah menganalisis kualitas pembelajaran menggunakan format pengamatan, sebagai upaya untuk mengkaji apa yang belum dan telah terjadi, sehingga peneliti menyadari kekurangannya. Hasil observasi, hasil tes belajar, dan hasil pengamatan dikaji untuk mencari kelemahan dan digunakan sebagai perbaikan untuk merumuskan langkah selanjutnya. Tindakan refleksi tidak hanya pada guru sendiri tetapi mencakup seluruh konteks pembelajaran yang dilakukannya terutama siswa dan lingkungan di dalam kelas. Salah satu kegiatan penting dari kegiatan refleksi adalah melakukan kegiatan evaluasi terhadap keberhasilan dan pencapaian tujuan tindakan.
Setelah kegiatan pengumpulan data dan menganalisis hasil observasi, dilakukan refleksi dengan melihat data hasil observasi apakah tindakan yang telah dilakukan dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa atau tidak. Apabila dinilai bahwa pemecahan masalah belum mencapai hasil yang optimal maka perlu dilakukan perencanan siklus berikutnya hingga mencapai hasil belajar yang diinginkan.

K.    Jadwal Penelitian
Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data awal sampai pelaksanaan tindakan memerlukan waktu sekitar 3 (tiga bulan) bulan terhitung dari Maret sampai Mei 2010. Adapun jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Penelitian
No
Jenis Kegiatan
Pelaksanaan bulan
Maret
April
Mei
1
Persiapan




Penyusunan proposal




Perbaikan Proposal




Ijin penelitian kepada Kepala Sekolah








2
Pelaksanaan








3
Pelaporan




Menusyun Konsep Laporan




Penggandaan Laporan




Penyerahan Laporan





DAFTAR PUSTAKA

Aqib, Zainal (2008). Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SMP, SMA, SMK. Bandung: C.V. Yrama Widya.

Arikunto, Suharsimi (1998). Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktek.  Jakarta: Rineka Cipta.

Nurwantoro, (2001). Penerapan Reciprocal Teaching pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas I di SMU Kemala Bhayangkari Surabaya. Tesis. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Tidak dipublikasikan.

Ruseffendi (2003). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Sagala (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran. Alpabeta: Bandung.

Suherman, dkk., (2003). Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran. Makalah. Disajikan dalam Acara Diklat CTL Bagi Guru-Guru SLTP se-Jawa Barat Pola 150 Jam. Tidak Dipublikasikan.

____________, (2001). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: FPMIPA UPI

Sutardi, Didi. Dkk., (2007). Pembaharuan dalam PBM. Bandung: UPI PRESS.



















Lampiran 1


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I


Sekolah                                   :  SMP Negeri 2 Kadugede
Mata Pelajaran                        :  Bahasa Indonesia
Kelas                                       :  IX
Semester                                  :  II (Dua)
Alokasi waktu             :  2 Jam pelajaran
Standar Kompetensi   :  Memahami ragam waca tulis membaca ekstensif,
   membaca intensif, dan membaca cepat.
Kompetensi Dasar       :  Menemukan gagasa dari beberapa artikel dan buku
   melalui kegiatan membaca ekstensifi.
 



A.    Tujuan Pembelajaran
Setelah menerapkan metode resiprocal teaching, siswa:
mampu menemukan gagasan dari artikel yang dibacanya dengan benar.

B.     Materi Ajar
Teks Bacaan: Hulu DAS Kaligarang Rusak Akibat Penambangan Liar.

C.    Metode dan Media
1.      Metode                        : Reciprocal Teaching
2.      Alat Bahan      : Alat tulis
3.      Sumber                        : Maryati  Sutopo.   Bahasa  dan  Sastra  Indonesia 2 untuk 
  SMP/MTs    Kelas    IX.   Jakarta.    Pusat    Perbukuan.
  Departemen Pendidikan Nasiopnal.
  Asep Yudha Wirajaya dan Sudarmawarti. Berbahasa  dan
  Bersastra Indonesia untuk SMP?MTS  Kelas  IX.  Pusat   
  Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasiopnal.
D.    Langkah-langkah kegiatan
1.      Kegiatan Awal (10 menit)
a.       Berdo’a bersama.
b.      Guru mengecek kehadiran siswa siswa
c.       Mengondisikan siswa kearah pembelajaran yang kondusif dengan cara mengintruksikan siswa agar siap untuk belajar.
d.      Menginformasikan tujuan pembelajaran
e.       Sebagai motivasi diberitahukan manfaat materi ini dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Kegiatan Inti (60 menit)
a.       Guru menjelaskan bahwa pembelajaran ini bertujuan menanamkan strategi pemahaman membaca dan keterampilan berbahasa secara mandiri yang khusus dengan cara merangkum, betanya, menjelaskan dan memprediksi.
b.      Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari hari ini.
c.       Guru menyiapkan alat-alat pelajaran yang diperlukan selama pembelajaran sekaligus menyiapkan alat evaluasi untuk individu dan kelompok.
d.      Guru membagi anak menjadi 8 kelompok yang tiap kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa, sebab kemampuan bekerja sendiri itu baru kemampuan aktual, sedangkan dengan berkelompok akan muncul kerjasama dan kemampuan potensial anak akan tercipta.
e.       Guru membagikan lembar kerja siswa (LKS) dan meminta siswa untuk mengerjakan.
f.       Secara kelompok siswa membuat rangkuman, mengerjakan soal, dan memprediksi dengan jalan mengisi lembar kerja siswa yang disediakan.
g.      Guru menanyakan kepada siswa bila ada kata yang sulit.
h.      Guru menunjuk salah seorang siswa untuk menjadi ”guru siswa”.
i.        Selama ”guru siswa” menjelaskan, guru menuntun ”guru siswa” jika mengalami kesulitan.
j.        Guru meminta seorang siswa (yang tidak ditunjuk ”guru siswa) menyebutkan isi wacana (tema, gagasan utama, menjelaskan informasi, membuat pertanyaan, kesimpulan).

3.      Kegiatan akhir (10 menit)
a.       Bersama-sama membuat rangkuman semua materi yang diberikan pada hari ini.
b.      Siswa menerima tugas untuk dikerjakan di rumah.

E.     Penilaian
1.      Prosedur                      : Proses dan Pos tes.
2.      Jenis Penilaian : Aktivitas dan tertulis.
3.      Alat tes                        : Format pengamatan dan soal.


Kuningan,                  2009
Observer,                                                                                             Guru,


ARIYANTO, M.Pd                                                              N. SUNINGSIH
NIM.                                                                                       NIP. 195801241978032006





Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 2 Kadugede

Drs. WAWAN ROHIYA M. M.Pd
NIP 19610321984121001          




LEMBAR  KERJA  SISWA  1

Nama               : …………………….             Kelompok       : …………………….
Tanggal                       : …………………….


 

                                        
Wacana

Hulu DAS Kaligarang Rusak Akibat Penambangan Liar

            Hulu daerah aliran sungai (DAS) Kaligarang yang terletak di Desa Keji, Kecamatan Ungaran,Kabupaten Semarang,Jawa Tengah rusak akibat penambangan pasir, tanah,dan batu secara liar.Hal itu berakibat fungsi DAS berkurang dan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Hulu sungai yang semestinya digunakan untuk tempat tangkapan air,saat ini di penuhi para penambang liar yang setiap harinya mengambil pasir,tanh,dan batu untuk bahan material.
            Menurut Sekertaris Tim Gugus Tugas Bidang Pertambangan dan Energi, Erwin Nurbowo, penambangan liar di Desa Keji sudah berlangsung tahun 1987. Ketika itu,dimulai pembangunan perumahan di sekitar tempat tersebut,padahal daerah tersebut merupakan daerah larangan untuk ditambang. Dilarangnya penambangan di daerah itu karena daerah tersebut terletak di daerah resapan air. Di samping itu,daerah tersebut sangat dekat dengan pemukiman penduduk dan terletak di lahan pesawahan irigasi teknis.Pencapaian lokasi bahan galin sulit dan merupakan aliran sungai bagian hulu.
            Penambangan liar tersebut dapat menyebabkan terjadinya kerusakan susunan(lapisan)tanah.Tanah yang tadinya datar menjadi bergelombang.Selain itu,daerah tersebut merupakan mata air yang mengairi sungai-sungai dibawahnya. Karena tanah digali,air akan terpotong dan menyembur ke luar tanah. Akibatnya, aliran yang berada di bawahnya berkurang bahkan tidak ada. Akibat lebih jauh adalah sungai dan irigasi di sekitar akan kering dan daerah hilir akan kekurangan air.
Sumber: Siaran berita TVRI 3 Oktober 2004, dengan pengubahan sebelumnya (Anipudin dkk., 2005: 4).
Diskusikan.
Setelah kalian membaca wacana di atas, tentukan:
1.      Tema
2.      Gagasan utama
3.      Informasi
4.      Buatlah pertanyaan
5.      Kesimpulan.




































Lampiran 2


CONTOH FORMAT
OBSERVASI AKTIVITAS SISWA

No
Nama
Aspek yang dinilai
S
Skor
Kriteria
Keaktifan
Perhatian
3
2
1
3
2
1
B
C
K
1
Abdul Rahim










2
Ade Ira Aryanti










3
Anbar Ibrahim










4
Asep Saepudin










5
Asep Sahrudin










6
Bayu Bahari










7
Bayu Purnama










8
Cece Ahmad N










9
Chania Alfatianda










10
Deni Ramdani










11
Dyiah Yulianti










12
Eri Hartanto










13
Fahrurozi










14
Fajar Rizwan










15
Husen Jaelani










16
Ida Royani










17
Adah Rohidah










18
Ika Marantika










19
Iqbql Fauzy










20
Ita Mindawati










21
Lindawati










22
Nopi Sopia










23
Pirman Rohmansah










24
Rendi Heryanto










25
Reza Fauzan










26
Rida Mei Dasari










27
Rudi Rahamat H










28
Shinta Rismayanti










29
Toto Suhartono










30
Umi Kulsum










31
Heldy Nuryanto










Jumlah










Persentase











                                            

Deskripsi observasi terhadap aktivitas siswa.
1.      Keaktifan
  1. Siswa mau kerja kelompok.
  2. Siswa mau berdiskusi.
  3. Siswa mengemukakan pendapat atau ide, pertanyaan atau jawaban ketika pembelajaran tanpa merasa ragu dan takut.
2.      Perhatian
  1. Siswa tidak melakukan aktivitas di luar pembelajaran ketika pembelajaran berlangsung.
  2. Siswa berkonsentrasi penuh terhadap penjelasan yang diberikan guru pada waktu proses pembelajaran berlangsung.
  3. Siswa tidak mengganggu temannya dikelompok lain pada saat pembelajaran berlangsung.
Keterangan:
Lembar observasi tersebut diisi dengan membubuhkan tanda cek (Ö) dengan kriteria sebagai berikut.
B = Baik                      : Jika semua indikator dilaksanakan.
C = Cukup                  : Jika dua indikator yang dilaksanakan.
K = Kurang     : Jika satu indikator yang dilaksanakan.
:
………..., …………………
Observer,



                                                                                                ……………………………
Lampiran 3

CONTOH FORMAT
LEMBAR OBSERVASI KINERJA GURU

PETUNJUK
Berilah tandan ceklis (ü) pada kolom yang tersedia apabila penampilan guru sesuai dengan kegiatan / pernyataan dibawah ini.
No
Aspek yang dinilai
Pelaksanaan
Ya
Tidak
I





II










III


A       Kegiatan Awal
1.      Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2.      Memotivasi/membangkitkan minat siswa.
3.      Membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil.
4.      Mengaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal siswa/prasyarat.
B       Kegiatan Inti
1.      Secara klasikal guru menjelaskan prosedur pengajaran reciprocal teaching kepada semua kelompok.
2.      Secara klasikal guru menjelaskan materi yang mendukung tugas untuk diselesaikan dalam kelompok.
3.      Guru memberi kesempatan atau menunjuk salah seorang siswa untuk memimpin pelajaran (seolah-olah bertindak sebagai guru)..
4.      Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membaca (buku siswa, LKS, teks bacaan lain).
C       Kegiatan Akhir
  1. Guru mendorong siswa untuk membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  2. Guru mengevaluasi siswa diakhir unit pembelajaran dengan menggunakan soal-soal yang relevan.
  3. Guru membahas hasil kerja siswa yang berupa soal latihan.
  4. Guru memberikan pekerjaan rumah.(PR)


Jumlah


Persentase (%)



Kuningan,    Oktober 2009
Observer         
                                                                                    ………………………..……
Lampiran 4


LEMBAR WAWANCARA

Nama               : ....................................
Kelas                           : ....................................
Tangal             : ....................................

No
Pertanyaan
Jawaban
Alasan
1
Bagaimana menurutmu belajar membaca dengan menggunakan model reciprokal teaching?


2
Menurutmu, strategi mana yang dianggap paling sulit.


3
Apakah kamu merasa kesulitan pada strategi menjelaskan kembali?


4
Apakah kamu merasa kesulitan pada strategi memprediksi?


5
Sukakah kamu belajar dengan model reciprocal teaching?






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar